Yogyakarta, Jatiminside.com – Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menghadiri acara Google for Education bertema “Transformasi Pembelajaran: Ciptakan Pengalaman Belajar yang Efektif, Inklusif, dan Relevan” di Hotel Alana Convention Yogyakarta, Kamis (13/3/2025).
Acara ini membahas pemanfaatan teknologi dalam pendidikan, terutama dalam program Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG).
Usai acara, Kadindik Jatim Aries Agung Paewai menegaskan bahwa program KSRG menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan teknologi di dunia pendidikan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan digitalisasi dan konektivitas internet yang memadai, siswa serta guru di daerah pelosok dapat mengakses sumber belajar berkualitas.
“Teknologi digital adalah kunci untuk membuka akses pendidikan yang merata. Program KSRG ini akan membantu kita untuk menjangkau siswa dan guru di daerah-daerah yang sulit dijangkau,” ujar Aries Agung Paewai.
Dalam kesempatan tersebut, Aries juga menjadi pembicara dan membagikan pengalamannya dalam mengimplementasikan KSRG di Jawa Timur, termasuk di SMAN 1 Balungpanggang, Gresik.
Ia mengakui bahwa pelaksanaan program ini menghadapi sejumlah tantangan, tetapi dapat diatasi melalui pemantauan dan evaluasi berkelanjutan.
“Awalnya, kami menghadapi beberapa kendala, seperti kompetensi guru terhadap teknologi yang masih terbatas serta distraksi siswa saat pembelajaran daring. Namun, dengan pelatihan dan pendampingan intensif, kami berhasil mengatasi kendala tersebut, sehingga program ini berjalan dengan baik,” jelasnya.
Aries berharap, pengalaman SMAN 1 Balungpanggang Gresik bisa menjadi inspirasi bagi sekolah lain di Indonesia. Terutama bagi sekolah di Jawa Timur dalam memanfaatkan teknologi digital bersama Google for Education untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Menurutnya, KSRG dari Google sangat membantu pemerataan pendidikan di era digital. Pemanfaatan teknologi memungkinkan terciptanya sistem pembelajaran yang lebih efektif, inklusif, dan relevan.
“Pemanfaatan teknologi melalui KSRG ini membantu kita menciptakan pengalaman belajar yang lebih efektif, inklusif, dan relevan bagi seluruh siswa di Jawa Timur guna mencetak generasi hebat dan maju,” imbuhnya.
Terakhir, Aries menegaskan bahwa teknologi dalam pendidikan bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan untuk memberdayakan mereka agar menjadi fasilitator pembelajaran yang lebih inovatif dan inspiratif bagi siswa.
Sebagai informasi, Google for Education kali ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan, termasuk Kepala Dinas dari provinsi serta kabupaten/kota, juga beberapa Kepala Sekolah dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DIY.
Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan serta mempercepat pemerataan akses pendidikan, khususnya di Jawa Timur dan Jawa Tengah. (Rls/Dwi)