SURABAYA, Jatiminside.com – Bursa Parwisata Jawa Timur tahun 2023, secara resmi telah dibuka pada Jumat (3/3/2023) malam. Event yang digelar pada tanggal 3-5 Maret 2023 ini, berlangsung di Grand Atrium Pakuwon Mall Surabaya.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh masyarakat yang akan mencari destinasi wisata, bisa datang langsung ke lokasi pameran. Sebab, pameran ini terselenggara hingga tanggal 5 Maret 2023.
Selain itu, booth-booth pameran juga menyediakan berbagai diskon dan doorprize yang sangat menarik bagi para pengunjung.
“Monggo (silahkan) bagi seluruh masyarakat yang ingin mencari destinasi wisata terbaik di Jatim, kunjungan bursa pariwisata ini masih digelar hingga 5 Maret. Terlebih banyak diskon menarik yang ditawarkan penyelenggara wisata,” kata Gubernur Khofifah dalam keterangannya, dikutip Sabtu (4/3/2023).
Setidaknya, Bursa Pariwisata Jatim 2023 diikuti total 94 booth. Selain itu, ada pula 89 industri pariwisata yang ikut berpartisipasi dalam acara ini. Antara lain, desa wisata, sister province, Taman Nasional Ijen, hotel, resort, perbankan, media tourism, resto, dan transportasi.
Sementara itu, Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenparekraf RI, Dwi Marhen Yono mengatakan, 2023 merupakan tahun dimana resesi global menghantui dunia.
Maka dari itu, sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo, Kemenparekraf RI mengimbau untuk tidak hanya mempromosikan tagline Bangga Buatan Indonesia. Namun juga tagline Bangga Berwisata di Indonesia.
Untuk mewujudkan hal itu, Kemenparekraf RI menargetkan beberapa Indikator Kinerja Utama. Yakni, mendatangkan 7,5 juta wisatawan mancanegara dan 1,4 miliar pergerakan wisata Nusantara.
“Pak Presiden mengharapkan dari 1,4 miliar itu mengeluarkan spending rata-rata Rp2 juta. Maka 1,4 miliar dikali Rp2 juta, berarti ada Rp 2.800 triliun uang berputar di sektor wisata dan ekonomi kreatif. Kalau itu tercapai, bisa jadi obat kuat jami semangat menangkal resesi global,” kata dia.
Pergerakan wisatawan Nusantara ke Jawa Timur sendiri, tercatat sebanyak 70 juta pada tahun 2022. Jumlah tersebut naik sebesar 124 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021 sebesar 31 juta.
Tak hanya itu, kunjungan wisatawan mancanegara bandara juga mengalami peningkatan. Dimana pada tahun 2022, tercatat sebanyak 68 ribu atau meningkat 98 kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021 sebesar 689.
Kegiatan Bursa Pariwisata ini diharapkan dapat mendukung target pergerakan wisatawan nusantara 2023 sebesar 238 juta.
Sedangkan perkiraan transaksi business-to-business dan business-to-customer adalah sebesar Rp5,7 miliar, atau dapat meningkat 200 persen dari tahun lalu yang mencatatkan Rp1,9 Miliar. ***


Tinggalkan Balasan