Tuban, Jatiminside.com Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar pasar murah di Lapangan Cemara, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Rabu (29/7/2026), sebagai upaya menjaga keterjangkauan harga bahan pokok sekaligus memperkuat daya beli masyarakat.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi, serta memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

“Pasar murah hadir untuk memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ringan. Selain membantu menjaga daya beli, kegiatan ini juga menjadi salah satu langkah konkret dalam pengendalian inflasi melalui stabilisasi pasokan dan harga pangan,” kata Gubernur Khofifah.

Baca Juga:  Habib Syekh: Khofifah Gubernur yang Ngayomi dan Berjiwa Pendidik

Dalam pasar murah tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai bahan pokok dengan harga di bawah harga pasar. Komoditas yang dijual meliputi beras premium Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp11.000 per kilogram, dan minyak goreng Rp13.000 per liter.

Di samping itu, ada pula telur ayam ras Rp20.000 per pak, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, gula pasir Rp14.000 per kilogram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp6.000 per 250 gram, paket cabai Rp5.000 per 200 gram, serta daging ayam ras Rp32.000 per pack.

Baca Juga:  Khofifah : Alhamdulillah PPDS Di Jatim Bebas Depresi

“Pasar murah merupakan salah satu instrumen strategis untuk menjaga keterjangkauan harga bahan pokok,” tuturnya.

Khofifah mengatakan keberhasilan pelaksanaan pasar murah membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, BUMD, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menjaga kelancaran distribusi pangan, menstabilkan harga, serta memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

“Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus memperluas pelaksanaan pasar murah di berbagai daerah sesuai kebutuhan masyarakat. Harapannya, stabilitas harga tetap terjaga, inflasi terkendali, dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” jelasnya.

Baca Juga:  Khofifah : Program OPOP Jatim Sukses , Bakal Direplikasi Thailand dan Malaysia

Selain menjaga stabilitas harga, Khofifah menegaskan pasar murah juga menjadi sarana pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Program ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan sekaligus memperluas akses pasar bagi produk lokal.

“Menggerakkan ekonomi kerakyatan, memperluas akses pasar bagi produk lokal, serta memastikan manfaat kegiatan ini dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat,” pungkasnya. ***