Surabaya, Jatiminside.com Dominasi cabang olahraga selam Jawa Timur di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) tidak diraih dalam waktu singkat. Keberhasilan merebut gelar juara umum selama tiga edisi berturut-turut merupakan hasil dari sistem pembinaan jangka panjang yang dijalankan secara konsisten melalui program Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda).

Keberhasilan mencatat hattrick juara umum PON menjadi bukti bahwa prestasi olahraga dibangun melalui proses pembinaan yang berkesinambungan, bukan hanya persiapan menjelang pertandingan.

Di balik raihan puluhan medali atlet selam Jawa Timur, terdapat ribuan jam latihan, evaluasi rutin, serta dukungan pembinaan yang berlangsung selama bertahun-tahun.

Ketua Umum Pengprov POSSI Jawa Timur, Mirza Muttaqien, menegaskan bahwa pencapaian atlet di PON merupakan hasil dari disiplin latihan yang dijalani setiap hari selama mengikuti Puslatda.

“Medali diraih saat PON, tetapi juara dibentuk setiap hari selama Puslatda,” kata Mirza dalam keterangan tertulis dikutip pada Senin (3/8/2026).

Baca Juga:  Jawa Timur Borong 8 Penghargaan Anugerah Adinata Syariah 2024

Mirza menjelaskan, Puslatda bukan sekadar mengumpulkan atlet dalam satu lokasi latihan. Menurutnya, program tersebut harus memiliki sasaran yang jelas, latihan harian yang terukur, evaluasi berkala, serta didukung uji coba dan kompetisi secara periodik agar perkembangan atlet dapat dipantau secara objektif.

“Prestasi di PON merupakan akumulasi dari ribuan jam latihan. Karena itu, pembinaan harus dilakukan secara berkelanjutan dengan target dan evaluasi yang jelas pada setiap tahap,” ujarnya.

Sebagai contoh, pada persiapan PON sebelumnya seluruh atlet selam Jawa Timur menjalani Puslatda terpusat di Kolam Renang Saigon, Pasuruan. Selama program berlangsung, para atlet memperoleh dukungan menyeluruh, mulai dari fasilitas latihan hingga kebutuhan operasional.

Dukungan tersebut mencakup penyediaan kolam latihan, akomodasi, konsumsi dan pemenuhan gizi atlet, pengadaan peralatan latihan, transportasi, hingga berbagai kebutuhan lain yang menunjang kelancaran program pembinaan.

Baca Juga:  Pj. Gubernur Adhy Buka Rakorkesda Jatim 2024,

Menurut Mirza, dukungan yang komprehensif menjadi faktor penting agar atlet dan pelatih dapat fokus menjalankan program latihan tanpa terbebani persoalan di luar arena olahraga.

Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi atlet ketika memasuki usia matang dan telah berkeluarga. Dalam kondisi tersebut, atlet tidak hanya dituntut menjaga performa, tetapi juga harus memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

“Bagi atlet yang telah berkeluarga, tantangannya bukan hanya meningkatkan performa untuk meraih prestasi, tetapi juga memastikan kebutuhan keluarga tetap terpenuhi. Dalam kondisi seperti itu, atlet sering dihadapkan pada pilihan antara menjaga fokus latihan atau membagi perhatian untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga,” kata dia.

“Karena itu, Puslatda memerlukan dukungan yang komprehensif agar atlet dan pelatih dapat berkonsentrasi penuh menjalankan program latihan,” imbuhnya.

Baca Juga:  IPSI Kabupaten Malang Bidik 10 Medali Emas di Porprov Jatim 2027

Mirza menilai keberlanjutan prestasi olahraga daerah sangat bergantung pada konsistensi sistem pembinaan. Atlet berbakat dan pelatih berkualitas, menurutnya, tidak akan mampu menghasilkan prestasi maksimal tanpa program latihan yang berkesinambungan serta kepastian pembiayaan selama proses persiapan.

Bagi Jawa Timur, keberhasilan meraih tiga kali juara umum PON cabang olahraga selam menjadi bukti bahwa investasi pada pembinaan jangka panjang mampu menghasilkan prestasi yang konsisten di tingkat nasional.

Model pembinaan tersebut dinilai layak menjadi rujukan bagi cabang olahraga lain yang ingin membangun prestasi secara berkelanjutan.

“Juara tidak dibentuk pada hari pertandingan. Juara dibentuk setiap hari ketika atlet datang berlatih, menjalankan program dengan disiplin, dan memiliki ketenangan untuk fokus mengejar prestasi,” pungkas Mirza. ***