Banyuwangi, Jatiminside.com Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Banyuwangi periode 2026-2030 resmi dilantik dengan membawa dua fokus utama, yakni meningkatkan prestasi atlet hingga tingkat Jawa Timur serta menjaga kerukunan antarperguruan silat demi menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) IPSI Jawa Timur, Bambang Haryo Soekartono (BHS), melantik kepengurusan baru yang dipimpin Ahmad Syifa’ Nailul Wafar atau Gus Syifa di GOR Pondok Pesantren Minhujat Thullab, Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Sabtu (1/8/2026).

Dalam sambutannya, BHS menegaskan kepengurusan baru harus mampu meningkatkan prestasi pencak silat Banyuwangi. Ia memastikan Pengprov IPSI Jatim siap memberikan dukungan, termasuk membantu membuka akses pendanaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan agar pembinaan atlet berjalan lebih maksimal.

Sebagai bentuk dukungan, anggota Komisi VII DPR RI tersebut juga menyerahkan sejumlah perlengkapan latihan, seperti samsak dan body protector, untuk menunjang kualitas latihan atlet.

Baca Juga:  Banyuwangi Tuan Rumah Hubride 2024, Sport Tourism Kian Menggeliat

Selain peningkatan prestasi, BHS menilai IPSI Banyuwangi memiliki tanggung jawab menjaga hubungan harmonis antarperguruan silat agar tidak terjadi konflik yang dapat mengganggu keamanan masyarakat.

Menurutnya, Banyuwangi sebagai salah satu destinasi wisata unggulan nasional membutuhkan situasi yang aman dan nyaman agar tetap menjadi tujuan wisatawan.

“Kita titipkan agar tidak terjadi bentrok atau apa pun yang bisa mengganggu ketenteraman dan kenyamanan masyarakat. Terlebih karena ini adalah wilayah pariwisata, jangan sampai dijauhi oleh wisatawan karena hal-hal seperti itu,” ujar BHS.

BHS juga mendorong IPSI Banyuwangi memperluas keanggotaan sekaligus memperkuat pembinaan atlet. Ia menilai Banyuwangi dapat mencontoh Surabaya yang memiliki banyak perguruan silat sehingga mampu menjadi salah satu penyumbang medali emas di berbagai kejuaraan.

Baca Juga:  Banyuwangi Alokasikan Rp7 Miliar untuk Percepat Penurunan Stunting

“Surabaya punya banyak perguruan, sehingga perolehan emasnya juga cukup banyak,” kata BHS.

Ia menambahkan, pencak silat saat ini berada dalam momentum strategis karena dipimpin langsung Presiden RI Prabowo Subianto di tingkat PB IPSI sekaligus menjabat Presiden Federasi Pencak Silat Internasional. Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang untuk mempercepat pembinaan atlet menuju prestasi nasional maupun internasional.

Usai dilantik, Ketua IPSI Banyuwangi Gus Syifa mengatakan kepengurusan baru telah menyiapkan sejumlah program untuk memperkuat persaudaraan di antara seluruh perguruan silat.

Salah satu program utama ialah menggelar anjangsana rutin setiap bulan ke seluruh perguruan silat di Banyuwangi. Kegiatan tersebut akan menjadi forum silaturahmi, konsolidasi, sekaligus memperkuat komunikasi agar potensi konflik dapat dicegah sejak dini.

“Tiap bulan kami akan berkeliling antarperguruan untuk melaksanakan konsolidasi sesama pengurus. Pastinya, ini untuk menjaga kondusivitas di Kabupaten Banyuwangi. Dengan banyaknya bertemu dan ngopi bareng, kami yakin kondusivitas itu akan terwujud,” kata Gus Syifa.

Baca Juga:  BPBD Jatim Gelar Silaturahmi Tim Bola Voli Pantai Jatim ,Support Atlet PON XXI

Selain itu, IPSI Banyuwangi juga menggagas kerja sama dengan Polresta Banyuwangi. Organisasi tersebut akan mengusulkan agar setiap Polsek menyediakan ruang khusus sebagai tempat diskusi dan silaturahmi bagi insan pencak silat.

“Ini juga wujud usaha kami untuk membangun kondusivitas di Kabupaten Banyuwangi,” ujarnya.

Di samping menjaga soliditas organisasi, Gus Syifa menegaskan peningkatan prestasi atlet menjadi prioritas kepengurusan periode 2026-2030.

Ia berharap perolehan medali emas Banyuwangi pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jawa Timur terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Yang tadinya satu emas pada Kejurprov, ke depan bisa dua emas, tiga emas, dan seterusnya,” tutupnya. ***