Banyuwangi, Jatiminside.com Geopark Ijen dijadwalkan menjalani proses revalidasi oleh tim asesor UNESCO pada 3-7 Agustus 2026. Revalidasi ini merupakan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pengelolaan kawasan untuk memastikan standar UNESCO tetap dipenuhi secara berkelanjutan.

Menjelang proses tersebut, Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi untuk memastikan kesiapan pengelola Geopark Ijen bersama seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi revalidasi UNESCO Global Geopark (UGGp), Sabtu (25/7/2026).

“Target kita adalah mempertahankan predikat green card sebagai bukti bahwa pengelolaan kawasan telah mampu menyeimbangkan aspek konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat,” kata Menpar dalam siaran persnya dikutip pada Jumat (31/7/2026).

Widiyanti menjelaskan, Geopark Ijen resmi menyandang status UNESCO Global Geopark sejak 9 September 2023. Kawasan seluas sekitar 4.723 kilometer persegi itu mencakup wilayah Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso dengan kekayaan 21 geosite, enam biosite, 10 culture site, serta delapan warisan budaya tak benda (intangible heritage).

Baca Juga:  Pemkot Blitar Salurkan Bantuan Rastrada Tahap 3 Tahun 2024

Salah satu daya tarik utama Geopark Ijen adalah fenomena blue fire serta danau kawah dengan tingkat keasaman tertinggi di dunia yang menjadi magnet wisatawan domestik maupun mancanegara.

Menurut Menpar, proses revalidasi bukan hanya untuk mempertahankan pengakuan internasional, tetapi juga menjadi momentum memperkuat tata kelola destinasi berbasis konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Karena itu, Kementerian Pariwisata mendorong penguatan koordinasi dan kolaborasi seluruh pihak agar setiap rekomendasi asesor UNESCO dapat ditindaklanjuti secara optimal, mulai dari penguatan promosi warisan geologi, peningkatan aksesibilitas, hingga pengembangan kemitraan.

Kementerian Pariwisata juga akan terus memberikan pendampingan hingga seluruh tahapan revalidasi selesai.

“Pengelolaan Kawah Ijen harus selalu mengedepankan aspek keselamatan wisatawan dan prinsip-prinsip pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan,” kata Menpar.

Baca Juga:  Polres Bojonegoro Gelar Kajian Bahaya Radikalisme

Kunjungan Wisatawan Banyuwangi Terus Meningkat

Menpar menyebut tren kunjungan wisatawan ke Banyuwangi terus menunjukkan peningkatan, salah satunya didukung oleh daya tarik Geopark Ijen.

Sepanjang 2025, Provinsi Jawa Timur mencatat lebih dari 82,3 juta kunjungan wisatawan nusantara dan sekitar 521 ribu wisatawan mancanegara. Sementara itu, Kabupaten Banyuwangi menerima sekitar 529 ribu kunjungan wisatawan nusantara dan 73 ribu wisatawan mancanegara pada periode yang sama.

Seiring meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan, Menpar menegaskan pentingnya meningkatkan kualitas amenitas, kebersihan, keamanan, kenyamanan, pengelolaan sampah, penguatan storytelling destinasi, serta kapasitas sumber daya manusia agar pengalaman wisata semakin berkualitas.

“Pengalaman wisata yang berkualitas akan menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing destinasi sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” kata Menpar.

Baca Juga:  Kurang dari 12 Jam Polisi Tangkap Pelaku Penembakan Warga Temas

Konektivitas Destinasi Wisata 4B

Dalam kunjungan tersebut, Menpar Widiyanti juga meninjau kesiapan infrastruktur dan konektivitas kawasan wisata 4B (Banyuwangi-Bali Barat-Bali Utara-Bali Timur) di Pantai Marina Boom Banyuwangi yang menjadi salah satu gerbang penghubung antara Banyuwangi dan Pulau Bali.

Menpar menjelaskan, Kementerian Pariwisata saat ini tengah menyusun dan memperbarui pola perjalanan wisata dari konsep 3B menjadi 4B dengan memasukkan kawasan Bali Timur sebagai bagian dari jalur perjalanan wisata.

Penyusunan pola perjalanan tersebut dilakukan melalui pemetaan rute wisata berkelanjutan sejak titik masuk wisatawan. Rute dimulai dari Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, dilanjutkan ke KBS Park di Jembrana, kawasan Pemuteran dan Lovina di Bali Utara, Desa Wisata Les, hingga destinasi wisata selam unggulan di Tulamben dan Amed, Bali Timur. ***