Surabaya, Jatiminside.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menargetkan Bandara Dhoho Kediri mulai beroperasi sebagai embarkasi haji pada 2027. Kehadiran bandara tersebut diproyeksikan mempermudah keberangkatan dan kepulangan lebih dari 10 ribu calon jamaah haji dari wilayah Mataraman.
Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menyambut kepulangan jamaah haji Debarkasi Surabaya kloter ke-116 atau kloter terakhir musim haji 1447 H/2026 M bersama Mochamad Irfan Yusuf di Asrama Haji Surabaya, Rabu (1/7/2026).
Menurut Khofifah, peningkatan kualitas pelayanan haji akan terus menjadi perhatian Pemprov Jawa Timur. Salah satu langkah strategis yang kini dipersiapkan adalah pengoperasian Bandara Dhoho Kediri sebagai embarkasi haji baru.
“InsyaAllah tahun depan Bandara Dhoho sudah bisa mulai digunakan untuk penerbangan haji. Terimakasih Pak Menteri Haji dan Umrah atas semua ikhtiarnya,” ujar Khofifah.
Ia menambahkan, seluruh persiapan terus dilakukan bersama Kementerian Agama, Kementerian Perhubungan, Angkasa Pura, serta seluruh pihak terkait agar seluruh persyaratan operasional dapat dipenuhi.
“Seluruh persiapan terus kami lakukan bersama Kementerian Agama, Kementerian Perhubungan, Angkasa Pura, juga seluruh pihak terkait agar seluruh persyaratan dapat dipenuhi dengan baik,” katanya.
Khofifah mengatakan, keberadaan Bandara Dhoho Kediri akan memangkas waktu tempuh calon jamaah haji dari wilayah Mataraman menuju embarkasi. Dengan demikian, proses keberangkatan maupun kepulangan diharapkan menjadi lebih efektif dan nyaman.
Embarkasi Dhoho diproyeksikan melayani sekitar 10.548 jamaah haji yang berasal dari 15 kabupaten/kota di Jawa Timur, yakni Kabupaten dan Kota Kediri, Kabupaten dan Kota Blitar, Nganjuk, Tulungagung, Trenggalek, Kabupaten dan Kota Madiun, Magetan, Ponorogo, Pacitan, Ngawi, Jombang, serta Bojonegoro.
“Bandara Dhoho ini sudah lama kami persiapkan untuk memperkuat layanan penyelenggaraan ibadah haji sekaligus memberikan kemudahan bagi jamaah, khususnya dari wilayah Mataraman. Kami berharap proses keberangkatan maupun kepulangan jamaah akan semakin efektif dan nyaman,” ungkapnya.
Sementara itu, penyambutan kloter terakhir menjadi penanda berakhirnya operasional penyelenggaraan ibadah haji Debarkasi Surabaya tahun 2026. Pada musim haji tahun ini, Debarkasi Surabaya memberangkatkan dan memulangkan 116 kloter dengan total sekitar 44.000 jamaah.
Hingga penutupan operasional, sebanyak 43.894 jamaah telah kembali ke Tanah Air. Tercatat 77 jamaah wafat di Tanah Suci, 10 jamaah kembali secara mandiri, dua jamaah pulang melalui debarkasi lain, 17 jamaah masih menjalani perawatan di Arab Saudi, serta satu jamaah dari embarkasi lain dipulangkan melalui Debarkasi Surabaya. (Rls/JI01)

Tinggalkan Balasan