Lamongan, Jatiminside.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, didampingi Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, menyalurkan 2.733 bantuan untuk korban terdampak banjir Bengawan Jero di Desa Sidomulyo, Deket, Kabupaten Lamongan, Jumat (24/2/2023).
Bantuan tersebut, berupa 600 paket sembako, 60 paket sandang, paket kebersihan keluarga, 2000 lembar glangsing, 8 karton popok bayi, 8 karton jumbo bag dan 25 Tikar. Bantuan ini akan didistribusikan ke 58 desa yang tersebar di 8 kecamatan.
Gubernur Khofifah mengungkapkan, bahwa Pemprov Jatim bersama Pemkab Lamongan akan merekonstruksi Pintu Kuro untuk penanganan banjir di Lamongan.
“Harus dicari titik yang paling signifikan agar bisa segera dilakukan proses rekontruksinya. Pintu Kuro menurut tim teknis ini merupakan salah satu yang paling signifikan,” kata Gubernur Khofifah, seperti dikutip melalui laman resmi lamongankab.go.id, pada Sabtu (25/2/2023).
Ia menyebut, setelah melakukan koordinasi antara Pemprov Jatim, Pemkab Lamongan dan BBWS, diperkirakan perbaikan Pintu Kuro akan memakan dana Rp 65 miliar
“Kita butuh sekitar 65 miliar, 1/3 dari Pemkab Lamongan, 2/3 dari provinsi. Sepulang dari sini saya akan segera koordinasikan dengan Pak Sekda Provinsi, agar proses penangan ini lebih terukur, proses penanganan ini belum selesai karena ada dua titik simpul,” ungkapnya.
“Kita ingin bagaimana merekontruksi pintu keluar air kuro, dan kita akan meminta ke kementrian PUPR karena ini kewenangan dari kementrian PUPR,” imbuh Gubernur Khofifah.
Mantan Menteri Sosial (Mensos) RI itu menegaskan, meski BBWS merupakan kewenangan pusat dan Kementerian PUPR, ia memastikan akan terus mengupayakan agar permasalahan tersebut mendapatkan prioritas penanganan.
Sementara itu, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi mengatakan, terdapat dua kunci penanganan bengawan solo yaitu di pintu keluar kuro dan tambak ombo.
“Ada dua kunci penanganan di bengawan jero ini, di pintu keluar kuro dan tambak ombo, dan kita fokuskan di penanganan pintu kuro yang kondisi pintu airnya sudah lapuk karena lama,” kata Bupati Lamongan.
“Dan kita sepakat ini segera mungkin akan kita perbaiki menggunakan dana BTT dan gotong royong dari kabupaten, provinsi, kita satukan agar segera ada kejelasan,” lanjut dia. ***

Tinggalkan Balasan