Surabaya, Jatiminside.com – KONI Kota Surabaya menindaklanjuti keluhan cabang olahraga (cabor) terkait keterbatasan fasilitas latihan. Persoalan yang disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bersama seluruh cabor anggota langsung mendapat solusi setelah KONI menghadirkan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) dalam forum tersebut.
Ketua KONI Kota Surabaya, Arderio Hukom, mengatakan Rakor tidak hanya menjadi agenda koordinasi, tetapi juga wadah komunikasi terbuka untuk menyerap berbagai persoalan yang dihadapi cabang olahraga dalam proses pembinaan atlet.
“Alhamdulillah Rakor KONI Surabaya bersama cabang olahraga berjalan lancar. Antusiasme peserta luar biasa. Forum ini juga menjadi sarana bagi cabor untuk menyampaikan keluh kesah, dukungan, saran, dan berbagai masukan,” kata Arderio, Sabtu (4/7/2026).
Salah satu persoalan yang paling banyak disampaikan dalam Rakor ialah keterbatasan akses terhadap fasilitas latihan. Menurut Arderio, persoalan tersebut langsung mendapat kepastian penyelesaian karena dibahas bersama Disbudporapar dalam forum yang sama.
Ia menjelaskan penggunaan fasilitas olahraga yang berada di Pusat Latihan Cabang (Puslatcab) memang memerlukan rekomendasi dari KONI Surabaya. Melalui koordinasi yang dilakukan saat Rakor, proses administrasi dapat dipercepat sehingga fasilitas latihan segera dimanfaatkan para atlet.
“Alhamdulillah, permasalahan itu langsung terjawab. Minggu depan fasilitas tersebut sudah bisa digunakan setelah proses rekomendasi dari KONI Surabaya,” ujarnya.
Arderio menilai komunikasi yang intensif antara KONI Surabaya, Pemerintah Kota Surabaya, dan seluruh cabang olahraga menjadi kunci mempercepat penyelesaian berbagai kendala pembinaan atlet. Karena itu, Rakor serupa akan terus digelar secara berkala agar setiap persoalan dapat diselesaikan tanpa menghambat persiapan prestasi.
Selain membahas persoalan pembinaan, Rakor juga dimanfaatkan untuk menyosialisasikan program Tour de Porprov sebagai rangkaian monitoring, evaluasi, dan pembinaan kesiapan cabang olahraga menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.
Program tersebut akan dijadikan sebagai test event untuk mengukur kesiapan atlet, pelatih, maupun penyelenggaraan sejak 2026.
Melalui Tour de Porprov, KONI Surabaya ingin memetakan perkembangan prestasi atlet, mengevaluasi kebutuhan pembinaan, sekaligus memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan demi mempertahankan dominasi Surabaya pada Porprov Jawa Timur 2027. ***

Tinggalkan Balasan