Surabaya, Jatiminside.com – Jawa Timur kembali mempertahankan dominasinya di ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah (Dikmen) Tingkat Nasional 2026.
Kontingen Jawa Timur sukses meraih gelar juara umum untuk keempat kalinya secara berturut-turut setelah memborong 30 medali, sekaligus memperkuat posisinya sebagai barometer pendidikan vokasi nasional.
Prestasi tersebut disambut langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menyambut kepulangan kontingen Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (1/8/2026) malam.
Pada LKS Dikmen Nasional 2026, Jawa Timur meraih 18 medali emas, tujuh medali perak, dan lima medali perunggu. Raihan itu menempatkan Jawa Timur di posisi pertama, mengungguli DKI Jakarta sebagai tuan rumah di peringkat kedua dan Jawa Tengah di posisi ketiga.
“Kita menghitungkan ada 36 emas dalam LKS Tahun ini. Dari 36 medali emas, 50 persen itu diraih anak-anak kita. Prestasi anak-anak yang luar biasa ini tentu hasil dampingan oleh para Mentor, Pendamping hingga Tim Kemenangan,” ujar Gubernur Khofifah dalam siaran persnya dikutip JatimInside.com pada Senin (3/8/2026).
Khofifah menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa generasi muda Jawa Timur memiliki kompetensi, kreativitas, dan daya saing yang tinggi. Menurutnya, LKS Nasional bukan sekadar ajang kompetisi antarsiswa SMK terbaik dari seluruh Indonesia, tetapi juga menjadi tolok ukur kualitas pendidikan vokasi sekaligus wadah menunjukkan kemampuan, inovasi, dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA).
Meski demikian, Khofifah mengingatkan seluruh insan pendidikan agar tidak cepat berpuas diri. Ia menekankan pentingnya mengantisipasi berbagai dinamika di tingkat lokal, regional, nasional, hingga global agar daya saing lulusan SMK Jawa Timur terus meningkat.
Khofifah juga mengungkapkan bahwa lulusan SMK di Jawa Timur menunjukkan tren positif dalam penyerapan tenaga kerja. Bahkan, tingkat pengangguran lulusan SMK terus mengalami penurunan.
“Penurunan pengangguran lulusan SMK sangat signifikan. Ini menunjukkan bahwa penguatan link and match antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan DUDIKA semakin efektif,” kata Khofifah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) lulusan SMK di Jawa Timur turun menjadi 5,73 persen pada Februari 2026, dibandingkan 5,87 persen pada Februari 2025. Dengan capaian tersebut, lulusan SMK tidak lagi menjadi kelompok penyumbang pengangguran tertinggi di Jawa Timur.
“Ini karena kurikulum, program magang, hingga partnership dengan dudika ini sudah nyekrup. Sehingga tingkat kediterimaan dan keterserapan di dunia kerja ini cukup tinggi,” jelasnya.
Khofifah menyatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus memperkuat ekosistem pendidikan vokasi agar mampu melahirkan lulusan yang kompeten, inovatif, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
“Pemprov Jawa Timur akan terus berkomitmen penuh dalam penyediaan ekosistem yang mampu melahirkan lulusan yang kompeten, inovatif, dan siap bersaing, baik di tingkat nasional maupun internasional,” tegasnya.
Khofifah juga membandingkan capaian penempatan lulusan SMK ke luar negeri. Menurutnya, jika Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melepas 3.600 alumni SMK untuk magang atau bekerja di 13 negara, Jawa Timur telah memberangkatkan 4.915 lulusan ke berbagai negara.
“Jika Mendikdasmen RI melepas 3.600 alumni SMK untuk magang atau kerja di 13 negara, sedangkan Jatim sendiri juga telah mengirimkan 4.915 di berbagai negara. Disini kita bisa membuka kesempatan lebih banyak lagi sesuai ketrampilan yang dimiliki,” imbuhnya.
Khusus bagi pemenang cabang Cyber Security, Khofifah meminta Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur menyiapkan beasiswa jenjang S1 agar para siswa dapat melanjutkan pendidikan ke program Master bidang Advance Cyber Security di King’s College London yang direncanakan dibuka di Indonesia pada September 2027.
“Kita harus menyiapkan spesifikasi dari profesi-profesi tertentu yang memang dibutuhkan oleh Indonesia dan prodi itu di Indonesia belum ada. Jadi pembibitan seperti ini menjadi sangat penting,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai mengapresiasi perjuangan seluruh kontingen yang telah mengharumkan nama Jawa Timur pada LKS Nasional 2026.
Menurut Aries, pelaksanaan LKS tahun ini memiliki tantangan lebih besar karena adanya perubahan sistem kompetisi hybrid, penyesuaian kategori lomba, hingga hadirnya cabang kompetisi baru.
“Perjuangan tahun ini agak berbeda baik dari format Hybrid, nominal hadiah hingga satu lomba baru. Namun hal itu yang membuat perjuangan kali ini sangat luar biasa dan penuh haru,” ungkap Aries.
Ia menyebut salah satu pencapaian membanggakan adalah keberhasilan Jawa Timur meraih prestasi pada cabang Artificial Intelligence yang baru pertama kali dipertandingkan di LKS Nasional.
“Salah satunya adalah Artificial Intelligence yang pertama kali digelar tahun ini, ternyata bisa dikuasai oleh anak-anak kita dari Jatim,” imbuhnya.
Aries juga menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh Gubernur Khofifah kepada seluruh kontingen. Selain penghargaan dari pemerintah pusat, Pemprov Jawa Timur memberikan apresiasi berupa uang pembinaan kepada seluruh peserta.
Peraih medali emas menerima penghargaan sebesar Rp10 juta, medali perak Rp7,5 juta, medali perunggu Rp5 juta, sedangkan penerima Medallion for Excellence memperoleh Rp2,5 juta.
Tidak hanya para peraih medali, peserta yang belum berhasil meraih penghargaan juga menerima sertifikat dan apresiasi dari Gubernur Jawa Timur sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan mereka sekaligus bekal memasuki dunia kerja.
“Perhatian Ibu Gubernur bukan hanya kepada para juara. Seluruh peserta juga mendapat apresiasi sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan mereka membawa nama baik Jawa Timur di tingkat nasional,” tutup Aries. ***


Tinggalkan Balasan