Probolinggo, Jatiminside.com Polres Probolinggo Polda Jawa Timur mengerahkan sedikitnya 150 personel gabungan untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Ratusan personel tersebut terdiri dari anggota Polres Probolinggo Polda Jatim, Balai Besar TNBTS, Koramil Sekarpuro, serta relawan. Mereka diterjunkan untuk melakukan pemadaman sekaligus mencegah api semakin meluas ke kawasan lain.

Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar mengatakan seluruh personel gabungan dibagi ke beberapa sektor agar proses pemadaman lebih efektif.

Baca Juga:  Pj Gubernur Jatim Apresiasi Pahlawan Lingkungan 2024

“Personel kami tempatkan di beberapa sektor agar penyebaran api dapat dikendalikan secepat mungkin sekaligus melokalisir titik api agar tidak merambat ke kawasan yang lebih luas,” ujar AKBP Asmida di Gunung Bromo, Rabu (5/8/2026).

Meski demikian, Kapolres Probolinggo menegaskan keselamatan seluruh petugas tetap menjadi prioritas mengingat medan yang terjal serta kondisi angin yang cukup kencang di kawasan pegunungan.

“Upaya pemadaman dilakukan secara manual menggunakan alat pemukul api dan pembuatan sekat bakar,” terang AKBP Asmida.

Sementara itu, Wakapolres Probolinggo Kompol Yanuar Rizal Ardhianto menjelaskan metode pemadaman manual diterapkan karena medan yang curam dan sulit dijangkau kendaraan pemadam kebakaran.

Baca Juga:  Hari Kesehatan Nasional 2024, Khofifah Ajak Warga Terapkan Pola Hidup Bersih

Menurutnya, angin kencang yang bertiup di kawasan pegunungan serta vegetasi kering berupa rumput dan semak belukar akibat musim kemarau menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman.

Kondisi tersebut menyebabkan api dengan cepat berpindah ke titik-titik lain, terutama di area lereng dan kaldera Gunung Bromo.

Hingga saat ini, kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dilaporkan telah menghanguskan vegetasi kering yang tersebar mulai dari kawasan kaldera, lereng, hingga kaki Gunung Bromo.

Wakapolres Probolinggo juga mengimbau masyarakat maupun wisatawan agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti menyalakan api atau membuang puntung rokok sembarangan di kawasan TNBTS.

Baca Juga:  Pj Gubernur Adhy Raih Penghargaan Upakarya Wanua Nugraha

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan Bromo dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Jika menemukan titik api, segera laporkan kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat,” pungkas dia. ***