BLITAR, Jatiminside.com – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memberikan perhatian khusus kepada keluarga dan korban ledakan petasan di Desa Karangbendo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar.

Bentuk perhatian itu diwujudkannya dengan memberikan bantuan sekaligus mengunjungi korban di rumah sakit dan lokasi terjadinya ledakan, Selasa (21/2/2023).

Kunjungan ini dilakukannya bersama Kapolda Jatim Irjen Pol Toni Harmanto dan Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Farid Makruf.

Atas peristiwa ini, Gubernur Khofifah menyampaikan rasa duka cita mendalam. Namun demikian, ia juga tidak membenarkan adanya kegiatan merakit, memproduksi, dan menjual petasan.

“Mudah-mudahan ini yang terakhir dan bisa menjadi pembelajaran berharga bagi seluruh masyarakat bukan hanya di Blitar dan Jatim, tapi se-Indonesia,” kata Gubernur Khofifah dalam keterangan tertulisnya, dikutip pada Kamis (23/2/2023).

Baca Juga:  Polisi Bekuk Pengedar Sabu Jaringan Surabaya-Sidoarjo

Gubernur Khofifah menyatakan, bahwa perlindungan kepada masyarakat harus menjadi prioritas. Ledakan petasan yang terjadi pada Minggu (19/2/2023) malam, berdampak pada hilangnya nyawa, luka-luka serta kerusakan rumah tinggal.

Menurutnya, peristiwa ini merupakan bencana sosial. Maka dari itu, Gubernur Khofifah mengajak semua elemen masyarakat agar dapat menjaga suasana aman, nyaman dan kondusif.

Gubernur Khofifah bersama Forkopimda Jatim saat meninjau lokasi terjadinya ledakan yang diduga akibat petasan (Ist/Hadi)
Gubernur Khofifah bersama Forkopimda Jatim saat meninjau lokasi terjadinya ledakan yang diduga akibat petasan (Ist/Hadi)

Lebih jauh, SK Bupati yang telah diterbitkan per Selasa, 21 Februari 2023, menjadi payung hukum pemberian intervensi terhadap rumah-rumah yang terdampak baik yang bersumber dari Pemprov Jatim maupun Pemkab Blitar.

Baca Juga:  Jasa Raharja Inspeksi dan Ramp Check Perusahaan Otobus

Proses rehabilitasi dan rekonstruksi ini sendiri akan bisa dilaksanakan 14 hari setelah masa tanggap darurat sesuai SK yang diterbitkan Bupati dan identifikasi selesai.

“SK Tanggap Darurat Bencana Sosial diperlukan, karena kita perlu payung hukum. Kita akan sharing antara provinsi dan Kabupaten Blitar. Payung hukum ini sebagai proses legalitas intervensi bagi korban terdampak,” jelasnya.

“Setelah proses identifikasi selesai, maka proses rekonstruksi bisa dimulai. SK sudah selesai hari Selasa, 21 Februari 2023. Begitupun identifikasi, setelah 14 hari tahap rekonstruksi bisa dimulai,” sambungnya.

Sedangkan terkait dengan penanganan hukum, gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu sepenuhnya menyerahkan kepada aparat kepolisian.

Baca Juga:  Khofifah Ajak Syekh Afeefuddin Al-Jailani Tanam Alpukat dan Panen Jeruk

“Sepenuhnya kami menyerahkan proses penanganan kepada pihak kepolisian,” tutur Gubernur Khofifah.

Berdasarkan data BPBD Provinsi Jatim, ledakan tersebut, menelan 4 korban jiwa dan 23 korban luka-luka termasuk bayi berusia 4 bulan. Di tempat kejadian, ada lebih dari 31 rumah dan 1 masjid yang mengalami rusak akibat ledakan yang diduga akibat petasan.

Atas peristiwa itu, tercatat ada 2 unit rumah yang mengalami rusak berat, 11 unit rusak sedang dan 18 rusak ringan. Selain itu, ada pula 1 unit rumah yang kondisinya rata dengan tanah. ***