Surabaya, Jatiminside.com Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya merelokasi puluhan pelaku usaha bengkel dari Jalan Nias ke Jalan Menur Nomor 111, Kelurahan Manyar Sabrangan, Kecamatan Mulyorejo.

Penataan ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi Jalan Nias sekaligus menyediakan lokasi usaha yang dinilai lebih aman dan layak bagi para pelaku usaha.

Koordinator Bengkel Jalan Nias, Jekti Purwantoro atau yang akrab disapa Cak Lewan, mengaku sempat terkejut ketika Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi datang langsung meninjau kawasan tempat mereka bekerja.

Namun, setelah berdialog dengan para pelaku usaha dan mengajak mereka melihat lokasi relokasi di Jalan Menur, ia menilai tempat yang disiapkan Pemkot Surabaya lebih layak untuk menunjang aktivitas perbengkelan.

“Saya dan teman-teman diajak melihat langsung lokasi di Menur. Setelah melihat kondisinya, kami menilai tempat ini sudah layak dan sesuai untuk mendukung aktivitas perbengkelan. Kami bersyukur difasilitasi lokasi yang lebih aman dan nyaman untuk bekerja,” kata Cak Lewan, Senin (6/7/2026).

Menurut Cak Lewan, lokasi baru memberikan rasa aman yang sebelumnya sulit diperoleh saat masih bekerja di Jalan Nias. Sebab, aktivitas pengelasan, pendempulan, hingga pengecatan mobil sebelumnya dilakukan di bahu jalan sehingga berisiko bagi pekerja maupun pengguna jalan.

Baca Juga:  KAI Commuter Wilayah 8 Surabaya Sosialisasi Keselamatan Perjalanan Kereta Api

“Dulu kami bekerja di pinggir jalan sehingga selalu waspada karena kendaraan melintas sangat dekat. Sekarang kami memiliki tempat yang lebih aman dan nyaman untuk bekerja tanpa mengganggu lalu lintas,” ujarnya.

Pria yang telah bekerja di kawasan Jalan Nias sejak 1985 itu mengatakan, sentra bengkel tersebut telah dikenal masyarakat sejak akhir 1970-an. Pelanggannya tidak hanya berasal dari Surabaya, tetapi juga Madura, Kediri, hingga Malang.

Saat ini sekitar 20 pekerja bengkel telah menempati lokasi baru. Mereka tetap melayani pengelasan, pendempulan, hingga pengecatan mobil seperti sebelumnya. Dalam sehari, seluruh bengkel mampu menangani sekitar enam hingga tujuh kendaraan sesuai pesanan yang masuk.

Cak Lewan juga menyebut para pelaku usaha tidak mengeluarkan biaya untuk proses relokasi. Bahkan, Pemkot Surabaya berkomitmen melengkapi fasilitas yang masih dibutuhkan agar aktivitas bengkel semakin nyaman.

“Kami juga tidak mengeluarkan biaya sedikit pun. Sesuai janji Bapak Wali Kota, kami tinggal menempati lokasi yang sudah disiapkan. Bahkan, jika masih ada fasilitas yang perlu dilengkapi, Pemkot akan membantu menyediakannya, seperti penambahan atap agar tempat kerja lebih nyaman,” ujarnya.

Baca Juga:  Rangkaian Peringatan Hari Santri Nasional 2022 di Surabaya

Ia menambahkan seluruh proses pemindahan juga difasilitasi pemerintah tanpa dipungut biaya sehingga para pelaku usaha dapat kembali bekerja dengan tenang.

“Semoga tempat ini membuat kami bekerja lebih nyaman dan usaha teman-teman semakin berkembang,” tuturnya.

Relokasi bengkel juga mendapat dukungan dari warga sekitar. Salah satunya adalah Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kelurahan Manyar Sabrangan, Basuki Nugroho.

Ia menilai kebijakan tersebut menjadi solusi yang tidak hanya menata kawasan, tetapi juga tetap memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk melanjutkan usahanya di lokasi yang lebih representatif.

Menurut Basuki, sebelumnya aktivitas bengkel dilakukan di tepi jalan sehingga cukup berisiko bagi pekerja maupun pengguna jalan. Kini, seluruh kegiatan dipusatkan di area khusus sehingga lebih aman dan tidak lagi mengganggu arus lalu lintas.

“Di lokasi sebelumnya aktivitas bengkel dilakukan di tepi jalan sehingga cukup berisiko. Sekarang seluruh aktivitas sudah berada di dalam area khusus sehingga lebih aman dan lalu lintas juga menjadi lebih lancar,” ujar Basuki.

Baca Juga:  Presiden Sebut Harga Minyakita dan Beras di Surabaya Sesuai HET

Ia juga menilai relokasi tersebut mencerminkan semangat Kampung Pancasila yang mengedepankan gotong royong dan kolaborasi antarmasyarakat tanpa memandang batas wilayah administratif.

Menurutnya, warga Manyar Sabrangan menerima kehadiran para pelaku usaha sebagai bagian dari upaya bersama membangun lingkungan sekaligus menggerakkan perekonomian.

“Kami mendukung penuh kebijakan ini. Semangat Kampung Pancasila mengajarkan bahwa kita semua adalah warga Surabaya yang harus saling mendukung, saling menerima, dan bersama-sama membangun lingkungan yang lebih baik,” katanya.

Basuki berharap para pelaku usaha dapat menjaga kebersihan, ketertiban, serta membangun komunikasi yang baik dengan warga sekitar. Selain itu, keberadaan sentra bengkel di lokasi baru juga diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.

“Kami juga berharap keberadaan bengkel di lokasi baru dapat membuka peluang kerja bagi warga sekitar. Jika ada warga yang memiliki keahlian di bidang pengecatan mobil, pengelasan, atau pekerjaan perbengkelan lainnya, kami berharap mereka dapat dilibatkan sesuai dengan kebutuhan,” terangnya. ***