Jatiminside.com, Surabaya – Sebanyak 280 anak tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengikuti khitan massal yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dan Bangga Surabaya Peduli (BSP).

Kegiatan bertajuk “Bersama Mewujudkan Generasi Sehat, Ceria, dan Berakhlak” tersebut berlangsung di Gedung Wanita, Jalan Kalibokor, Surabaya, Sabtu (15/8/2026).

Menariknya, program layanan kesehatan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi anak beragama Islam. Sebanyak 10 anak non-Muslim turut mengikuti khitan massal tersebut, sementara 270 peserta lainnya merupakan anak Muslim.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, khitan massal tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus implementasi semangat gotong royong dalam program Kampung Pancasila.

Pemkot Surabaya bersama DWP, Baznas, dan BSP berupaya membantu keluarga yang memiliki keterbatasan biaya untuk mengkhitankan anaknya.

“Ada seorang bapak yang cerita, anaknya ingin sunat sejak kelas 3 SD tapi baru terealisasi di kelas 4 ini karena terkendala biaya. Melalui kolaborasi DWP, Baznas, dan Bangga Surabaya Peduli, Alhamdulillah kegiatan gratis ini bisa terlaksana,” ujar Eri usia acara.

Baca Juga:  Paldam V/Brawijaya Bagikan 500 Oli Gratis untuk Pengemudi Ojol

Eri juga mengapresiasi peran DWP Kota Surabaya yang menjadi ujung tombak pelaksanaan kegiatan sosial tahunan tersebut. Menurutnya, sinergi antara perangkat daerah (PD), DWP, hingga PKK penting untuk menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Dharma Wanita ini adalah ujung tombak. Apakah Pemkot itu menjadi baik atau mengerjakan hal-hal yang baik, ujung tombaknya adalah istri-istri dari pegawai negeri di lingkungan Pemkot Surabaya,” tegas Eri.

Suasana kegiatan semakin cair ketika Eri menyapa para peserta di dalam ruangan. Salah satunya Akbar, siswa kelas 2 SDN Banyu Urip 3 Surabaya, yang tampak berani menjalani proses khitan.

Akbar bahkan mengaku berani disunat demi mendapatkan uang jajan. Jawaban polos tersebut mengundang gelak tawa para undangan.

Baca Juga:  Bersama Kajari Tanjung Perak, Eri Cahyadi Resmikan Rusunawa Gunung Anyar Sawah

Melihat keberanian Akbar, Eri menekankan pentingnya peran orang tua, khususnya ayah, dalam mendampingi anak dan membangun rasa percaya diri mereka.

“Seorang anak itu bisa berinteraksi dan berani, pasti ada seorang ayah yang sering mendampingi dia. Di sinilah peran ayah berperan untuk memberikan keberanian bagi seorang anak,” pesan Eri.

Dari sisi medis, seluruh proses khitan ditangani tim medis secara profesional. Pemkot Surabaya juga memastikan peserta mendapatkan pemeriksaan kesehatan lanjutan atau post-care melalui Puskesmas di wilayah masing-masing hingga masa pemulihan selesai.

“Kami berharap masyarakat bisa mendapatkan manfaatnya dan kepedulian sosial di Kota Surabaya bisa terus terjaga,” tandas Eri.

Sementara itu, Ketua DWP Kota Surabaya Dameria Triana Ambuwaru mengatakan, khitan massal tersebut merupakan agenda tahunan yang ditujukan untuk membantu masyarakat sekaligus mendukung peningkatan kesehatan anak sejak dini.

Baca Juga:  UNESA Kukuhkan 9 Guru Besar, Dorong Penguatan Ekosistem Akademik

“Momentum kemerdekaan kami maknai bukan sekadar peringatan, tetapi juga kesempatan memperkuat semangat kepedulian dan gotong royong. Membangun generasi masa depan bukan hanya tentang pendidikan, melainkan juga memastikan mereka tumbuh dalam kondisi yang sehat,” ujar Dameria.

Dameria menjelaskan, kegiatan dimulai sejak pukul 06.30 WIB dengan melibatkan sekitar 105 tenaga medis dari RSUD dr. Soewandhie, RSUD Eka Candrarini (EC), dan Puskesmas Sukomanunggal.

“Dengan sinergi ini, kami menargetkan proses khitan untuk 280 anak bisa selesai pada siang hari,” katanya.

Ia menyebutkan, dari 280 peserta, sebanyak 270 anak beragama Islam dan 10 anak merupakan peserta non-Muslim.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat terus memberikan manfaat nyata, membantu meringankan beban orang tua, serta mencetak generasi muda Surabaya yang sehat jasmani, ceria, dan berkarakter mulia,” pungkasnya. ***