SURABAYA ,- Dosen dan sejarawan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menyambut kunjungan peneliti dari Nagoya University, Jepang, Dr. Nozawa Akiko pada Senin, 1 Juli 2024 di Kampus 1 Ketintang, Surabaya.

Sejarawan UNESA, Prof. Drs. Nasution, M.Hum., M.Ed., Ph.D., mengatakan bahwa Nozawa Akiko merupakan research fellow dari Nagoya University, Jepang.

Kunjungannya ke UNESA dalam rangka menjalin kerja sama penelitian tempat-tempat pemandian bidadari baik yang ada di Jepang maupun di Indonesia.

“Fokusnya yaitu integrasi digital arsip sejarah tentang tempat pemandian bidadari di Jepang dan Indonesia,” papar guru besar yang memimpin prodi S-2 Pendidikan IPS itu pada Kamis, 4 Juli 2024.

Baca Juga:  Siswa SDN Surabaya Bikin Aplikasi AI Bahasa Isyarat

Hasil penelitian tersebut menjadi dasar pengembangan arsip digital dalam bentuk website yang mengintegrasikan warisan budaya (berwujud dan tak berwujud) era Hindu-Jawa terkait bidadari.

Website ini termasuk Google My Map terkait bidadari. Proyek ini akan memvisualisasikan hubungan budaya kisah bidadari di Asia melalui produksi website dalam tiga bahasa: Jepang, Inggris, dan Indonesia.

“Survei dan mapping situs bidadari di Jepang sudah dilakukan dan dibuat versi Jepang. Sementara survei situs bidadari di Jawa Timur dilakukan tim kami (UNESA),” bebernya.

Baca Juga:  UNESA Pecahkan Dua Rekor MURI Sekaligus pada Upacara HUT ke-79 RRI

Adapun tugas pakar atau dosen UNESA yaitu meneliti tempat yang berkaitan dengan legenda bidadari yang ada di Jawa Timur. Ada sekitar 15-20 tempat yang disurvei, ada air terjun, telaga, dan lain-lain.

“Legenda tujuh bidadari yang mandi pada zaman dulu oleh orang lokal itulah yang kami teliti. Nanti itu akan menjadi simpul-simpul kisah bidadari di Asia,” ucapnya.

Bagi Prof Nasution, penelitian ini penting tidak hanya bagi pengembangan ilmu sejarah dan penelusuran legenda zaman dulu, tetapi juga kaitannya dengan edukasi sejarah bagi masyarakat.

Baca Juga:  Ketua Forum Rektor Indonesia Cak Hasan Lantik Pengurus FRI 2024-2025

Dengan begitu, cerita tentang pemandian bidadari di Indonesia bisa terdokumentasi dengan baik secara digital, sehingga memudahkan bagi generasi berikutnya