Malang, Jatiminside.com – Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Timur mulai mempersiapkan langkah menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 dengan memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui Penataran Pelatih dan Juri Festival Pencak Silat bertajuk “Dari Tradisi Menuju Prestasi”.
Kegiatan yang digelar di Hotel Pelangi, Kota Malang, pada 11-12 Juli 2026 tersebut diikuti 115 pelatih dan juri dari seluruh kabupaten/kota serta berbagai perguruan pencak silat di Jawa Timur
Ketua Panitia, Parso Adiyanto mengatakan, seluruh peserta mengikuti materi dengan antusias sejak hari pertama. Berbagai pembahasan mengenai kepelatihan, sistem penjurian, hingga pengembangan festival pencak silat mendapat respons aktif dari peserta.
“Antusiasme peserta luar biasa. Kami berharap semangat ini terus terjaga hingga sesi praktik penjurian pada hari kedua sehingga kompetensi mereka benar-benar meningkat,” ujar Parso, Sabtu (11/7/2026).
Menurut Parso, penataran tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Piala Gubernur Jawa Timur yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026.
Selain itu, IPSI Jatim juga telah menyiapkan sejumlah agenda festival pencak silat, di antaranya festival yang direncanakan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) serta Festival Pencak Silat Tradisi di Kota Batu pada Agustus 2026.
Ia menjelaskan, sebagian peserta merupakan mantan atlet dan pelatih pencak silat tradisi yang pernah tampil pada ajang ekshibisi kejuaraan dunia. Mereka mengikuti penataran untuk meningkatkan kompetensi sesuai standar nasional hingga internasional.
“Kami ingin melahirkan pelatih dan juri yang memiliki kompetensi tinggi sehingga kualitas festival pencak silat Jawa Timur terus meningkat,” katanya.
Untuk mendukung peningkatan kualitas peserta, IPSI Jatim menghadirkan empat narasumber berpengalaman, yakni Ratna Windyastuti dan Parso Adiyanto yang berlisensi internasional, Gatot Suhartono berlisensi nasional, serta Agus Mardianto yang dikenal sebagai seniman dan budayawan.
Materi yang diberikan meliputi teknik kepelatihan, regulasi penjurian festival, hingga penguatan nilai budaya dan seni dalam pencak silat tradisi. Peserta juga menjalani praktik langsung di atas matras untuk mengasah kemampuan teknis.
Penataran dibuka Ketua Harian Pengprov IPSI Jawa Timur Hoslih Abdullah yang mewakili Ketua Umum IPSI Jatim Bambang Haryo Soekartono.
Dalam sambutannya, Hoslih menegaskan peningkatan kualitas pelatih dan juri merupakan bagian dari strategi IPSI Jawa Timur untuk mempertahankan prestasi di tingkat nasional sekaligus mempersiapkan atlet menuju PON 2028.
Ia mengungkapkan Jawa Timur menargetkan empat medali emas pada PON 2028. Kejurprov Piala Gubernur Jawa Timur akan menjadi salah satu tahapan penting untuk menjaring atlet-atlet potensial.
“Ilmu yang diperoleh dari penataran ini harus ditularkan di daerah masing-masing agar pembinaan berjalan merata. Kejurprov Piala Gubernur nanti juga menjadi bagian penting dalam proses seleksi menuju PON 2028,” tegas Hoslih. ***


Tinggalkan Balasan