Sidoarjo, Jatiminside.com – Deltras FC memasang target tinggi menghadapi kompetisi Liga 2 musim 2026. Kehadiran Deddy A. Wibowo sebagai Presiden Klub membuat manajemen tak lagi sekadar memburu papan atas klasemen, melainkan membidik gelar juara Liga 2 atau setidaknya lolos ke Liga 1 melalui jalur playoff promosi.
CEO Deltras FC Amir Burhanudin mengatakan target tersebut menjadi langkah realistis setelah klub menunjukkan performa kompetitif pada musim sebelumnya. Menurutnya, kehadiran Deddy membawa semangat baru bagi seluruh elemen tim.
“Kalau musim lalu kita sempat finis di papan atas, musim ini dengan adanya energi baru dan Mas Dedi bergabung bersama kami, targetnya tentu harus lebih tinggi. Kami ingin finis di peringkat pertama atau minimal masuk zona playoff,” ujar Amir dalam keterangan tertulis dikutip pada Jumat (17/7/2026).
Untuk mewujudkan target itu, Deltras mulai menyiapkan komposisi skuad yang lebih dalam. Selain menghadapi Liga 2, tim juga berpeluang tampil di Champions League Liga 2 sehingga membutuhkan kedalaman pemain yang memadai.
Persiapan tersebut juga menyesuaikan regulasi baru kompetisi yang mewajibkan dua pemain muda tampil penuh selama 90 menit serta delapan pemain muda masuk dalam daftar skuad setiap pertandingan.
Amir mengatakan kondisi tersebut membuat Deltras lebih agresif memburu talenta muda sekaligus membuka peluang lebih besar bagi pemain binaan akademi untuk menembus tim utama.
“Jumlah pemain yang direkrut akan berbeda dibanding musim-musim sebelumnya. Kami harus menyesuaikan kekuatan tim karena jadwal pertandingan bisa sangat padat. Pemain akademi juga akan menjadi bagian penting dalam skuad musim ini,” katanya.
Meski masih memiliki 13 pemain yang terikat kontrak jangka panjang, Amir menegaskan seluruh pemain tetap harus bersaing memperebutkan tempat di skuad utama. Manajemen, kata dia, akan bersikap profesional terhadap pemain yang tidak memenuhi kebutuhan tim.
“Kami profesional. Pemain yang tidak mampu bersaing akan kami carikan solusi terbaik. Tidak otomatis karena masih memiliki kontrak lalu pasti masuk skuad,” tegasnya.
Sebagai bagian dari persiapan menghadapi musim baru, Deltras FC juga tengah mematangkan rencana turnamen pramusim bertajuk Precision.
Turnamen tersebut dirancang diikuti empat peserta yang terdiri dari dua klub Liga 1 dan dua klub Liga 2. Menurut Amir, format kompetisi dipilih agar intensitas pertandingan lebih tinggi dibandingkan laga uji coba biasa sehingga dapat menjadi tolok ukur kesiapan tim sebelum kompetisi resmi dimulai.
Di sisi lain, Presiden Deltras FC Deddy A. Wibowo menilai tantangan terbesar klub tidak hanya berkaitan dengan prestasi di lapangan, tetapi juga membangun kembali kedekatan dengan masyarakat Sidoarjo.
Menurut Deddy, tingginya antusiasme suporter akan meningkatkan nilai klub di mata sponsor sekaligus menciptakan ekosistem sepak bola yang lebih sehat.
“Semakin tinggi antusiasme masyarakat terhadap Deltras, semakin besar pula nilai klub di mata sponsor. Itu akan memberikan keuntungan bagi perkembangan klub,” ujar Deddy.
Ia menilai selama beberapa tahun terakhir aktivitas Deltras di luar pertandingan masih belum maksimal. Karena itu, manajemen akan memperbanyak program aktivasi agar masyarakat memiliki kedekatan emosional dengan klub.
Selain itu, keberadaan Stadion Gelora Delta yang berada di pusat Kota Sidoarjo dinilai menjadi potensi besar yang harus dimanfaatkan untuk meningkatkan jumlah penonton saat pertandingan kandang.
“Target jangka pendek kami sederhana, bagaimana membuat masyarakat kembali berbondong-bondong datang ke stadion saat matchday. Setelah itu baru kami membangun ekosistem suporter yang lebih kuat,” tandasnya. ***


Tinggalkan Balasan