Surabaya, Jatiminside.com Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mempercepat modernisasi pasar tradisional melalui program revitalisasi di 16 pasar rakyat.

Program ini dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan pedagang dan pengunjung sekaligus memperkuat daya saing pasar tradisional di tengah perkembangan sektor perdagangan modern.

Revitalisasi tersebut dilaksanakan melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya. Dari 16 pasar yang menjadi sasaran, sejumlah lokasi kini telah memasuki tahap penyelesaian pekerjaan.

Kepala DPRKPP Kota Surabaya, Iman Krestian, mengatakan revitalisasi mencakup Pasar Tembok Dukuh, Pasar Kembang, Pasar Simogunung, Pasar Wonokromo, Pasar Karah, Pasar Kedungsari, Pasar Genteng, Pasar Babaan Baru, Pasar Kapasan, Pasar Pucang Anom, Pasar Pecindilan, Pasar Dukuh Kupang, Pasar Gresik PPI, Pasar Gubeng Masjid, Pasar Pakis, dan Pasar Krembangan.

Baca Juga:  Relokasi Warga Kampung 1001 Malam

Menurut Iman, secara umum progres pembangunan berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan.

“Beberapa pasar telah memasuki tahapan penyelesaian dan finishing, seperti Pasar Tembok Dukuh, Pasar Kembang, Pasar Simogunung, dan Pasar Babaan Baru. Sebagian lainnya masih berada pada tahap pekerjaan struktur, utilitas, saluran, maupun proses pengadaan atau tender, sehingga seluruh pekerjaan berjalan bertahap sesuai jadwal pelaksanaan masing-masing,” kata Iman, Selasa (14/7/2026).

Ia menjelaskan, revitalisasi tidak hanya bertujuan meningkatkan kenyamanan dan daya saing pasar tradisional, tetapi juga menambah kapasitas lapak di beberapa lokasi, seperti Pasar Tembok Dukuh dan Pasar Simogunung.

Selain itu, proyek revitalisasi difokuskan pada peningkatan kualitas bangunan, sanitasi, drainase, serta utilitas pasar agar lebih bersih, aman, dan nyaman.

Baca Juga:  BPBD Surabaya Terjunkan Drone hingga Perahu Karet Cari Balita Hanyut di Wiyung

Pemkot juga melengkapi pasar dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti instalasi pengolahan air limbah (IPAL), grease trap, sentra pemotongan unggas, hingga fasilitas pelayanan pasar lainnya.

“Selain itu juga untuk menata zonasi pedagang dan mengurangi adanya pasar tumpah, agar aktivitas perdagangan lebih tertib dan tidak mengganggu lalu lintas. Di samping itu, juga untuk memenuhi standar pasar rakyat yang lebih modern sehingga mampu meningkatkan daya saing pasar tradisional sekaligus memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun masyarakat,” terangnya.

Untuk merealisasikan program tersebut, Pemkot Surabaya mengalokasikan anggaran sekitar Rp20 miliar. Dana itu digunakan untuk peningkatan infrastruktur, perbaikan fasilitas, penataan kawasan, serta pembangunan sarana pendukung sesuai kebutuhan masing-masing pasar.

Baca Juga:  Khofifah Apresiasi Industri Otomotif Handmade di Sidoarjo

Pemkot juga telah menyusun target penyelesaian revitalisasi secara bertahap. Pasar Kembang, Pasar Simogunung, Pasar Babaan Baru, dan Pasar Karah ditargetkan rampung pada Juli 2026.

Selanjutnya, Pasar Kedungsari, Pasar Kapasan, Pasar Gresik PPI, Pasar Gubeng Masjid, dan Pasar Kembang ditargetkan selesai pada Agustus 2026. Adapun Pasar Wonokromo, Pasar Genteng, dan Pasar Pucang Anom dijadwalkan rampung pada September 2026, sedangkan Pasar Pecindilan, Pasar Dukuh Kupang, dan Pasar Pakis ditargetkan selesai pada Desember 2026.

Iman menambahkan, progres revitalisasi Pasar Tembok Dukuh telah memasuki tahap akhir.

“Sementara Pasar Tembok Dukuh saat ini mayoritas pekerjaan utamanya telah selesai dan tinggal penyelesaian tahap akhir pada beberapa item,” pungkasnya. ***