Surabaya, Jatiminside.com – Parade Surabaya Juang 2026 tidak hanya menjadi ajang mengenang sejarah perjuangan kemerdekaan, tetapi juga dikembangkan sebagai daya tarik wisata sejarah dan budaya bertaraf internasional. Salah satu cerita unik yang diangkat tahun ini adalah kiprah Soegiharto, pemain Persebaya era 1930-an yang turut berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Kisah tersebut menjadi salah satu suguhan utama dalam Parade Surabaya Juang 2026 yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Melalui pertunjukan teatrikal, sejarah sepak bola dan perjuangan rakyat Surabaya akan dirangkai menjadi satu narasi yang menarik bagi masyarakat maupun wisatawan.

Sekretaris Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudporapar) Kota Surabaya, Irwan Andeska Machmudi, mengatakan pemilihan sosok Soegiharto juga berkaitan dengan persiapan Surabaya menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.

“Pada 2027 Surabaya akan menjadi tuan rumah Porprov Jawa Timur. Kami ingin menghidupkan suasana olahraga melalui sosok yang memiliki keterkaitan dengan sejarah perjuangan Surabaya,” kata Irwan dalam keterangan persnya di Surabaya dikutip pada Minggu (1/11/2026).

Ia menjelaskan, kisah Soegiharto akan divisualisasikan melalui adegan teatrikal. Mulai dari aktivitasnya sebagai pemain sepak bola hingga keputusan bergabung dalam perjuangan melawan Sekutu.

Baca Juga:  Gubernur Imbau Masyarakat Waspada Penyakit Leptospirosis di Musim Hujan

Tidak hanya melalui pertunjukan, unsur olahraga juga akan ditampilkan dalam barisan parade. Persebaya dijadwalkan hadir dengan membawa trofi Piala Presiden, sementara tim futsal Bintang Timur Surabaya turut ambil bagian.

“Soegiharto merupakan pemain Persebaya pada 1930-an yang juga ikut dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Melalui sosok ini, kami ingin menghidupkan suasana olahraga sekaligus mengaitkannya dengan sejarah perjuangan Surabaya,” ungkapnya.

Bidik Wisatawan Mancanegara, Masuk Seleksi KEN 2027

Upaya menjadikan Parade Surabaya Juang sebagai agenda wisata unggulan juga diperkuat melalui promosi ke pasar internasional. Kepala Bidang Kebudayaan Disbudporapar Surabaya, Ridzotullahmad Nurchakim, mengatakan Pemkot menggandeng sejumlah hotel untuk memperluas penyebaran informasi kegiatan kepada wisatawan.

Selain itu, Pemkot turut mengundang perwakilan kedutaan agar parade semakin dikenal di kalangan internasional.

“Kami ingin Parade Surabaya Juang semakin dikenal luas, termasuk oleh wisatawan mancanegara. Karena itu, kami berkolaborasi dengan hotel dan mengajak para tamunya menyaksikan langsung kegiatan ini,” ujar Edo, sapaan akrabnya.

Tidak berhenti pada promosi, Pemkot Surabaya juga mengajukan Parade Surabaya Juang untuk masuk dalam agenda Kharisma Event Nusantara (KEN) 2027. Edo menyebut berkas pengajuan telah disampaikan kepada Kementerian Pariwisata dan saat ini telah melalui proses verifikasi.

Baca Juga:  Gak Bahaya Tah? Sejoli Diamankan Satpol PP Saat Bermesraan di Pantai Kenjeran

Jika berhasil masuk dalam KEN, parade tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi Surabaya sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya di Indonesia.

Libatkan 2.150 Peserta, Dua Televisi Asing Daftar Liputan

Dari sisi pelaksanaan, Parade Surabaya Juang 2026 melibatkan ribuan peserta dengan berbagai pertunjukan teatrikal dan koreografi di sepanjang rute Tugu Pahlawan hingga Balai Pemuda.

Sutradara Parade Surabaya Juang 2026, Heri Lentho, menjelaskan setiap kelompok peserta akan membawa visualisasi dan cerita berbeda. Dengan demikian, parade tidak sekadar menjadi iring-iringan, tetapi juga menghadirkan pertunjukan sejarah yang dapat dinikmati masyarakat di sepanjang rute.

“Setiap barisan memiliki visual dan cerita masing-masing. Jadi, peserta tidak hanya berjalan, tetapi juga beratraksi agar masyarakat bisa menyaksikan rangkaian sejarah dengan lebih menarik,” kata Heri.

Selain teatrikal perjuangan dan koreografi laskar bambu runcing, barisan Surabaya Hebat akan menampilkan visualisasi prestasi Persebaya dan Bintang Timur Surabaya.

Menurut Heri, kegiatan ini juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Kehadiran peserta dari luar daerah mendorong kebutuhan transportasi dan penginapan. Pemkot juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui kolaborasi bersama Kecamatan Genteng.

Baca Juga:  Bareskrim Bongkar Penambangan Batubara Ilegal di IKN, Negara Rugi Rp5,7 Triliun

“Parade Surabaya Juang 2026 diikuti 2.150 peserta, termasuk 375 reenactor dari berbagai daerah. Kami juga menerima pendaftaran liputan dari dua stasiun televisi Prancis dan Korea. Harapannya, sejarah dan budaya Surabaya semakin dikenal di tingkat internasional,” pungkasnya.

Di sisi lain, Pemkot Surabaya turut menyiapkan pengamanan untuk mengantisipasi kepadatan pengunjung. Hal ini karena pelaksanaan Parade Surabaya Juang 2026 berlangsung bersamaan dengan pameran ARTSUB di kawasan Balai Pemuda.

Edo mengatakan koordinasi telah dilakukan bersama panitia ARTSUB dan Kepala UPTD Museum untuk memastikan kedua kegiatan berjalan lancar.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah pemasangan barikade lapis kedua di sekitar bangunan kaca dan area Balai Pemuda. Khusus pada 1 November, area parkir basement Balai Pemuda juga diperuntukkan bagi pengunjung ARTSUB.

“Kami sudah berkoordinasi dengan panitia ARTSUB dan pengelola lokasi untuk menyiapkan skema pengamanan. Kami ingin kedua kegiatan tetap berjalan lancar dan masyarakat bisa menikmati acara dengan aman,” jelasnya. ***